Minggu, 23 Oktober 2022

SOP PELAKSANAAN BANTUAN HIDUP DASAR


 

 

 

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

 

No. Dokumen

……/PS/...../...../.....

No. Revisi

1

Halaman

1.3.

 

 

Standar Prosedur Operasional

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal Terbit

 

 

....................

 

Ditetapkan,

 

 

 

 

Pengertian

 

Langkah - langkah petugas dalam memberikan bantuan hidup dasar melalui tindakan resusitasi jantung paru yaitu suatu bentuk usaha medis yang dapat dilakukan oleh siapapun yang telah mendapatkan pelatihan terhadap pasien / orang yang berada dalam kegawatan.

 

 

Tujuan

 

Sebagai acuan petugas dalam memberikan bantuan hidup dasar untuk memberi oksigen pada otak, jantung dan organ - organ vital lainnya sampai datangnya suatu pengobatan medik yang definitif dan tepat.

 

Kebijakan

 

Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan oleh tenaga medis / non medis yang telah dilatih dalam memberikan BHD.

 

 

Prosedur

A.      BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) UNTUK PASIEN DEWASA

Langkah – langkah dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui tindakan Resusitasi jantung Paru (RJP) pada pasien dewasa adalah sebagai berikut :

1.     R (Responsiveness)

Mendapatkan respon pasien dengan cara memanggil nama pasien sambil menepuk bahu sebanyak 3 kali

2.     A (Activated)

Apabila pasien tidak ada respon, aktifkan sistem emergency (Code Blue) atau dengan meminta bantuan orang yang ada di sekitar kejadian untuk memanggil tenaga medis

3.     P (Position on Back)

Posisikan pasien terlentang pada tempat yang datar dan keras

4.     Management C, A, B (Circulation, Airways, Breathing)

a.      Cek denyut nadi karotis ada denyutan atau tidak

b.     Bila denyut nadi karotis tidak teraba lakukan kompresi dada/ pijat jantung luar dengan cara :

1)     Raba bagian ujung tulang sternum dengan menggunakan 2 jari tangan

2)     Tempatkan ujung pangkal telapak tangan 2 jari di atas prosesus xipoideus atau di bagian bawah sternum pada tengah dada

3)     Letakkan tangan yang satu di atas tangan yang pertama dengan menautkan  jari-jari

4)     Lakukan penekanan ke bawah dengan kedalaman minimal 2 inc / 5 cm.

5)     Luruskan lengan Anda dan tekan lurus ke bawah. Kompresi harus dilakukan dengan kecepatan 100-120 kali kompresi per menit. Pastikan bahwa di antara setiap kompresi Anda benar-benar berhenti menekan dada dan membiarkan dinding dada kembali ke posisi aslinya (chest recoil)

6)     Setelah 30 kompresi, hentikan kompresi dan lakukan management airways dengan membuka jalan napas dengan memiringkan kepala dan mengangkat dagu. Letakkan tangan anda di dahi pasien

7)     Angkat rahang pasien dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah anda pada rahang bawah.

8)     Jangan melakukan pengangkatan kepala-miring / dagu jika anda mencurigai orang tersebut mengalami cedera leher dan gunakan Manuver Jaw Thrust dengan memegang sudut rahang bawah dan angkat dengan kedua tangan, satu di setiap sisi, gerakkan rahang ke depan. Jika bibir mereka tertutup, buka bibir bawah menggunakan ibu jari anda.

9)     Berikan bantuan pernafasan menggunakan ambubag dengan 2x tiupan sambil memperhatikan pengembangan dada pasien

10) Selanjutnya lakukan tindakan resusitasi jantung paru dengan perbandingan 30x kompresi dada dan 2x tiupan nafas

11) Lakukan sebanyak 5 siklus atau selama 2 menit

12) Setelah 5 siklus 30 kompresi dan 2x tiupan nafas dilaksanakan, lakukan evaluasi dengan mengecek nadi karotis pasien dan melihat pernafasan pasien dengan tehnik Look, Listen dan Feel (Look : amati pengembangan dada bayi, Listen : dengarkan suara nafas dan Feel : rasakan adanya aliran udara pada hidung)

13) Jika nadi masih belum teraba maka lakukan 5 siklus 30 kompresi dan 2x tiupan nafas lagi sampai nadi teraba atau bantuan datang

14) Jika nadi sudah teraba namun nafas belum ada maka lakukan management air ways dan breathing yaitu dengan memberikan tiupan selama 10-12 x/menit.

15) Evaluasi Kembali keadaan pasien dengan mengecek nadi karotis pasien dan melihat pernafasan pasien dengan tehnik Look, Listen dan Feel (Look : amati pengembangan dada bayi, Listen : dengarkan suara nafas dan Feel : rasakan adanya aliran udara pada hidung)

16) Jika nadi sudah teraba dan nafas sudah dapat dirasakan, maka lakukan recovery posisi pada pasien dengan memiringkan pasien dengan posisi miring mantap menghadap penolong.

 

B.       BANTUAN HIDUP DASAR UNTUK PASIEN ANAK

Langkah – langkah dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui tindakan Resusitasi jantung Paru (RJP) pada pasien anak adalah sebagai berikut :

1.     R (Responsiveness)

Mendapatkan respon pasien dengan cara memanggil nama anak dengan keras sambil menepuk atau mengguncang dengan lembut bahu sebanyak 3 kali

2.     A (Activated)

Apabila anak tidak ada respon, aktifkan sistem emergency (Code Blue) atau dengan meminta bantuan orang yang ada di sekitar kejadian untuk memanggil tenaga medis

3.     P (Position on Back)Posisikan pasien terlentang pada tempat yang datar dan keras

4.     Management C, A, B (Circulation, Airways, Breathing)

a.      Cek denyut nadi aksilaris ada denyutan atau tidak

b.     Bila denyut nadi aksilaris tidak teraba lakukan kompresi dada/ pijat jantung luar dengan cara :

1)     Tempatkan ujung pangkal telapak tangan di dada anak diantara 2 puting susu

2)     Tempatkan 2 jari (jari tengah dan jari telunjuk atau jari tengah dan jari manis ) ditengah dada bayi diantara putting susu atau tempatkan 2 jempol tangan di tengah dada bayi dengan posisi kedua telapak tangan melingkar pada kanan dan kiri dada bayi

3)     Lakukan penekanan ke bawah dengan kedalaman minimal 1,5 inci atau sepertiga ketebalan dada bayi

4)     Kompresi harus dilakukan dengan kecepatan 100-120 kali kompresi per menit. Pastikan bahwa di antara setiap kompresi Anda benar-benar berhenti menekan dada dan membiarkan dinding dada kembali ke posisi aslinya (chest recoil)

5)     Setelah 30 kompresi, hentikan kompresi dan lakukan management airways dengan membuka jalan napas dengan memiringkan kepala dan mengangkat dagu. Letakkan tangan anda di dahi anak

6)     Berikan bantuan pernafasan menggunakan ambubag anak dengan 2x tiupan sambil memperhatikan pengembangan dada anak

7)     Lakukan sebanyak 5 siklus atau selama 2 menit

8)     Setelah 5 siklus 30 kompresi dan 2x tiupan nafas dilaksanakan, lakukan evaluasi dengan mengecek nadi aksilaris pasien dan melihat pernafasan pasien dengan tehnik Look, Listen dan Feel (Look : amati pengembangan dada bayi, Listen : dengarkan suara nafas dan Feel : rasakan adanya aliran udara pada hidung)

9)     Jika nadi masih belum teraba maka lakukan 5 siklus 30 kompresi dan 2x tiupan nafas lagi sampai nadi teraba atau bantuan datang

10) Jika nadi sudah teraba namun nafas belum ada maka lakukan management air ways dan breathing yaitu dengan memberikan tiupan selama 10-12 x/menit.

11) Evaluasi Kembali keadaan pasien dengan mengecek nadi karotis pasien dan melihat pernafasan pasien dengan tehnik Look, Listen dan Feel (Look : amati pengembangan dada bayi, Listen : dengarkan suara nafas dan Feel : rasakan adanya aliran udara pada hidung)

12) Jika nadi sudah teraba dan nafas sudah dapat dirasakan, maka lakukan recovery posisi pada anak dengan memiringkan pasien dengan posisi miring mantap menghadap penolong.

 

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1.     Berhentilah Memberikan Kompresi Dada Dan/Atau Bantuan Napas Bila:

a.      Pertolongan Medis Datang

b.     Nadi teraba

c.      Pasien Sadar

d.     Penolong Kelelahan

2.     Penghentian Resusitasi pada bayi

Pada bayi baru lahir yang menerima resusitasi, jika tidak ada detak jantung dan semua langkah resusitasi sudah dilakukan, upaya penghentian resusitasi harus didiskusikan dengan tim kesehatan dan keluarga. Waktu yang diperlukan untuk mengalihkan target perawatan ini adalah sekitar 20 menit setelah kelahiran.

3.     Kedalaman Kompresi Dada

Hindari Kompresi dada yang berlebihan (Lebih dari 2,4 inchi atau 6 cm)

4.     Lakukan Tindakan kolaboratif dalam penggunaan epinefrin

 

Unit Terkait

1.     Rawat Inap

2.     Rawat Jalan

 

 

 


REFERENSI

 

Merchant RM, Topjian AA, Panchal AR, et al. Part 1: executive summary: 2020 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation. 2020;142(suppl 2):In press

American Heart Association. AHA Guideline Update for CPR and ECC.Circulation Vol. 132.2015. 5.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. International First Aid and Resuscitation Guidelines.2011. 6.

A.M. Aaberg, C.E. Larsen, B.S. Rasmussen, C.M. Hansen, & J.M. Larsen. Basic Life Support knowledge, self reported skills and fears in Danish High School students and effect of a single 45-min training session run by junior doctors ; a prospective cohort study. Resuscitation and Emergency Medicine:22-24. 2014. 7.

Pro Emergency. Basic Trauma Life Support. Cibinong:Pro Emerg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar